Pages

Jumat, 03 Januari 2014

Distributor Kaget Harga Elpiji 12 Kg Naik

JAKARTA - Kado pahit diterima masyarakat memasuki awal tahun.Terhitung 1 Januari 2014, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga elpiji kemasan 12 kg besarannya Rp47.508 per tabung di tingkat konsumen.

Sudah bisa di tebak, terjadi migrasi penggunaan tabung 12 kg ke tabung bersubsidi yakni 3 kg. Alhasil, tabung 3 kg ikut ikutan naik di kisaran Rp18.000-Rp20.000 per tabungnya.

Pemilik warung di kawasan Jatiwaringin Bekasi, Rosliani terkejut dengan keputusan pemerintah. "Saya tidak tahu mau naik! Sebelum tahun baru masih beli di agen yang 3 kg Rp14.500, yang 12 kg masih modal Rp75.000 per tabungnya. Aneh saja kok orang pada beli yang 3 kg serempak,” kata Rosliani, Jakarta, Jumat (3/1/2013).

Menurutnya, dengan terpaksa dirinya menaikkan harga jual tabung 3 kg menjadi Rp18.000 per tabung, 12 kg menjadi Rp140.000 per tabung. Hal tersebut dilakukannya karena dari agen untuk ukuran 3 kg sudah Rp15.500, sedangkan tabung 12 kg sudah Rp130.000 per tabung.

Saat ini stok ukuran tabung Rosliani berkurang dari sebelumnya 15 tinggal tiga tabung. "Untuk yang 12 kg belum habis, masih sisa tiga tabung, kemungkinan masyarakat masih ada persediaan karena membelinya memang sebelum tutup tahun," kata Rosliani.

Sementara itu Pudji, pengecer/pemilik warung di Kawasan Kebantenan, Semper Timur, Jakarta Utara juga mengaku kaget adanya kenaikan harga elpiji.

"Saya belum belanja (dari agen) sejak tanggal 28 Desember 2013 sampai sekarang, sempat kemarin saya jual ukuran 3 kg di harga normal Rp16.000, kok tetangga saya pada beli dadakan," ujar Pudji.

Untuk mengantisipasi peningkatan pembelian,meski belum membeli di agen dengan terpaksa dirinya menaikkan harga elpiji 3 kg menjadi Rp 17.000 per tabung.

"Kalau tidak dinaikkan saya kan enggak ada modal untuk membeli ke agen? Tapi di warung saya tidak jualan yang tabung 12 kg," pungkas dia.

Menurut Pudji, dirinya khawatir elpiji kembali langka di pasaran. Migrasi pengguna elpiji 12 kg ke 3 kg sudah sering terjadi, sementara stok dari PT Pertamina tidak mencukupi akibat tingginya permintaan dari masyarakat.

Keputusan menaikkan harga elpiji 12 kg merupakan tindak lanjut atas rekomendasi BPK yang menyatakan Pertamina menanggung kerugian atas bisnis elpiji nonsubsidi Rp7,73 triliun selama 2001 hingga Oktober 2012.(rez) (Arif Sinaga/Sindoradio/wdi)

sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/19/921207/distributor-kaget-harga-elpiji-12-kg-naik

Komentar:

Kenaikan harga elpiji adalah kado terburuk dari Pertamina untuk rakyat Indonesia. Momentumnya sekarang adalah perayaan tahun baru yang seharusnya penuh dengan kabar gembira, bukan kabar kenaikan harga. Kenaikan harga elpiji ini dipastikan diikuti kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat. Kebijakan ini menunjukkan Pertamina sebagai BUMN tidak memiliki manajemen tata niaga yang baik. Karena itu, sebaiknya pemerintah meminta Pertamina untuk menunda kenaikan harga elpiji hingga masyarakat siap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar