JAKARTA - Kado pahit diterima masyarakat memasuki
awal tahun.Terhitung 1 Januari 2014, PT Pertamina (Persero) menaikkan
harga elpiji kemasan 12 kg besarannya Rp47.508 per tabung di tingkat
konsumen.
Sudah bisa di tebak, terjadi migrasi penggunaan tabung
12 kg ke tabung bersubsidi yakni 3 kg. Alhasil, tabung 3 kg ikut ikutan
naik di kisaran Rp18.000-Rp20.000 per tabungnya.
Pemilik warung
di kawasan Jatiwaringin Bekasi, Rosliani terkejut dengan keputusan
pemerintah. "Saya tidak tahu mau naik! Sebelum tahun baru masih beli di
agen yang 3 kg Rp14.500, yang 12 kg masih modal Rp75.000 per tabungnya.
Aneh saja kok orang pada beli yang 3 kg serempak,” kata Rosliani,
Jakarta, Jumat (3/1/2013).
Menurutnya, dengan terpaksa dirinya
menaikkan harga jual tabung 3 kg menjadi Rp18.000 per tabung, 12 kg
menjadi Rp140.000 per tabung. Hal tersebut dilakukannya karena dari agen
untuk ukuran 3 kg sudah Rp15.500, sedangkan tabung 12 kg sudah
Rp130.000 per tabung.
Saat ini stok ukuran tabung Rosliani
berkurang dari sebelumnya 15 tinggal tiga tabung. "Untuk yang 12 kg
belum habis, masih sisa tiga tabung, kemungkinan masyarakat masih ada
persediaan karena membelinya memang sebelum tutup tahun," kata Rosliani.
Sementara
itu Pudji, pengecer/pemilik warung di Kawasan Kebantenan, Semper Timur,
Jakarta Utara juga mengaku kaget adanya kenaikan harga elpiji.
"Saya
belum belanja (dari agen) sejak tanggal 28 Desember 2013 sampai
sekarang, sempat kemarin saya jual ukuran 3 kg di harga normal Rp16.000,
kok tetangga saya pada beli dadakan," ujar Pudji.
Untuk
mengantisipasi peningkatan pembelian,meski belum membeli di agen dengan
terpaksa dirinya menaikkan harga elpiji 3 kg menjadi Rp 17.000 per
tabung.
"Kalau tidak dinaikkan saya kan enggak ada modal untuk
membeli ke agen? Tapi di warung saya tidak jualan yang tabung 12 kg,"
pungkas dia.
Menurut Pudji, dirinya khawatir elpiji kembali
langka di pasaran. Migrasi pengguna elpiji 12 kg ke 3 kg sudah sering
terjadi, sementara stok dari PT Pertamina tidak mencukupi akibat
tingginya permintaan dari masyarakat.
Keputusan menaikkan harga
elpiji 12 kg merupakan tindak lanjut atas rekomendasi BPK yang
menyatakan Pertamina menanggung kerugian atas bisnis elpiji nonsubsidi
Rp7,73 triliun selama 2001 hingga Oktober 2012.(rez) (Arif Sinaga/Sindoradio/wdi)
sumber : http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/19/921207/distributor-kaget-harga-elpiji-12-kg-naik
Komentar:
Kenaikan harga elpiji adalah kado terburuk dari Pertamina untuk rakyat
Indonesia. Momentumnya sekarang adalah perayaan tahun baru yang
seharusnya penuh dengan kabar gembira, bukan kabar kenaikan harga. Kenaikan harga elpiji ini dipastikan diikuti kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat. Kebijakan ini menunjukkan Pertamina sebagai BUMN
tidak memiliki manajemen tata niaga yang baik. Karena itu, sebaiknya
pemerintah meminta Pertamina untuk menunda kenaikan harga elpiji hingga
masyarakat siap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar