“Murid-muridku, manakah yang kalian pilih antara… PERTAMA, perbuatan BESAR yang dilakukan sekali-kali.. atau KEDUA, perbuatan KECIL yang dilakukan secara rutin?”
Dasar murid-murid pintar, mereka berpikir di luar kotak, berdiskusi lalu bersepakat dan menjawab “Menurut kami, lebih baik BESAR tapi secara RUTIN guru..”
Sambil menggelengkan kepala, sang guru berkata di dalam hati.. “Dasar anak jaman sekarang” .. Lalu dijitakinnya lah satu persatu muridnya itu .. hehehe (cerita macam apa ini Motty? hehehehe ^_^)
Lalu ia berkata ”Ketika lapang, sehat, muda, waras.. Lakukanlah kebaikan-kebaikan yang rutin. Tidak perlu sesuatu yang besar, tapi lakukanlah hal yang kecil namun lakukan dengan konsisten. Ketika itu bisa kalian lakukan, kalian akan mendapatkan hadiah.”
Murid-muridnya jadi bertanya-tanya “Guru, hadiah apakah yang akan kami terima jika kami bisa melakukannya?”
Sang guru menjawab “Ketika kalian bisa melakukan kebaikan kecil yang rutin, ketika kalian LAPANG (sehat, muda, waras) maka ketika kalian SEMPIT (sakit, tua, pikun) maka pahala kebaikan dari perbuatan baik kalian akan tetap dihitung, meskipun kalian berhalangan melakukannya. Jadi, jagalah kebaikan-kebaikan yang kecil dan lakukanlah secara rutin. Hal ini lebih baik daripada kalian lakukan perbuatan besar, tapi karena ukuran perbuatan itu, diri kalian menjadi malas melakukannya secara rutin, sehingga kalian hanya melakukannya sekali-kali, bahkan hanya beberapa kali dalam hitungan tahun.”
***
Sobat-Motty, kebetulan nih, request dan hasil voting dari topik
kicauan ini sesuai dengan materi pengajian yang Motty dapatkan kemarin
siang ^_^ Tentang “ISTIQOMAH.” Motty ceritakan dengan cara berbeda, tapi
dengan maksud dan isi yang sama, bahwasannya:“Perbuatan yang kecil namun konsisten (terus-menerus) itu lebih disukai Allah, daripada perbuatan besar yang dilakukan sekali-sekali”Buat Sobat-Motty yang Muslim khususnya nih, ngga perlu sholat malem 8 (Tahajud) + 3 (witir) raka’at kalo malah terasa berat, jadinya malah cuma dilakukan sekali-kali aja, atau malah jadinya ngga pernah dilakukan.. Lebih baik lakukan 2 + 1 raka’at tapi kita bisa melakukannya secara rutin. Hebatnya lagi, kalo kita bisa menjaga kegiatan ini secara rutin, maka ketika kita ‘sempit’ (sakit misalnya) maka pahala kebaikannya akan tetap kita dapatkan meskipun kita berhalangan melakukannya, karena sebelumnya kita sudah rutin melakukannya.
Hal ini berlaku juga buat Sholat Dhuha, rawatib, sedekah, membantu orang lain, dan semua perbuatan baik lainnya. Asik ya!? ^_^ Yuk kita amalkan ^_^
Semoga kicauan pagi ini memberikan semangat buat kita semua untuk MENJAGA SEMANGAT KONSISTENSI kita berbuat kebaikan.
See you in the SKY
sumber : http://motivatweet.com/2012/06/semangat-konsistensi.php
Tidak ada komentar:
Posting Komentar