Pages

Senin, 06 Januari 2014

Komunitas Sedekah Harian bantah jualan doa Rp 102.014

Merdeka.com - Program Titip Doa Baitullah yang digagas Komunitas Sedekah Harian menimbulkan kontroversi. Mereka menawarkan untuk menitipkan doa lewat financial planer Ahmad Gozali yang sedang berada di Mekkah. Ahmad Ghazali juga menjabat dewan pembina komunitas tersebut.

Namun rupanya doa itu tidak gratis. Ada biaya Rp 102.014 untuk setiap doa yang dipanjatkan.

Transfer uang sejumlah itu lalu kirim e-mail. Sebutkan doa yang ingin anda panjatkan. Sejumlah kalangan mempertanyakan program titip doa ini karena dinilai nyeleneh.

Komunitas Sedekah Harian membantah melakukan komersialisasi doa. Mereka mengklarifikasi program Titip Doa Baitullah yang berbayar Rp 102.014, bukanlah ajang penjualan doa.

Presiden Komunitas Sedekah Harian Abdul Aziz menjelaskan uang Rp 102.014 bukan untuk biaya doa. Uang itu akan dikumpulkan untuk disedekahkan pada yang berhak. Ahmad Gozali, pembina komunitas tersebut, juga berangkat umroh atas biaya pribadi. Bukan dibiayai uang sumbangan.

"Tidak seperti itu, makanya kami ingin meminta maaf pada masyarakat karena salah pengertian ini," kata Abdul kepada merdeka.com, Kamis (2/1).

Menurut Abdul ide ini muncul dari hasil musyawarah pengurus saat Ahmad Gozali akan berangkat umroh. Seharusnya program ini berlangsung tanggal 31 Januari hingga 7 Januari. Namun karena menimbulkan polemik, program ini dihentikan hari ini. Tercatat sudah 30 orang mentransfer uang untuk program

Selama ini Komunitas Sedekah Harian mengaku punya 3.000 donatur. Kegiatan mereka menyantuni yatim piatu, pengobatan orang miskin hingga tebar nasi bungkus.

"Kita juga punya relawan di daerah terpencil seperti Papua. Mereka juga sebagai donatur," kata Abdul.

 http://www.merdeka.com/peristiwa/komunitas-sedekah-harian-bantah-jualan-doa-rp-102014.html

komentar :

Menurut saya, titip doa dengan membayar sejumlah biaya itu sama dengan komersialisasi ibadah. Jadi kalau ibadah pakai tarif, pakai jasa, biro jasa, itu namanya komersialisasi ibadah. Itu tidak betul. Itu namanya penyimpangan dalam ibadah . Kalau titip doa tanpa tarif, justru dianjurkan. Dia meminta doa, tanpa ada imbalan materi, dan yang mendoakan ikhlas. Itu yang betul, karena doa orang yang sedang berhaji itu salah satu doa yang makbulan (dikabulkan) oleh Allah swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar