Merdeka.com - Program Titip Doa Baitullah yang digagas Komunitas
Sedekah Harian menimbulkan kontroversi. Mereka menawarkan untuk
menitipkan doa lewat financial planer Ahmad Gozali yang sedang berada di
Mekkah. Ahmad Ghazali juga menjabat dewan pembina komunitas tersebut.
Namun rupanya doa itu tidak gratis. Ada biaya Rp 102.014 untuk setiap doa yang dipanjatkan.
Transfer
uang sejumlah itu lalu kirim e-mail. Sebutkan doa yang ingin anda
panjatkan. Sejumlah kalangan mempertanyakan program titip doa ini karena
dinilai nyeleneh.
Komunitas Sedekah Harian membantah melakukan
komersialisasi doa. Mereka mengklarifikasi program Titip Doa Baitullah
yang berbayar Rp 102.014, bukanlah ajang penjualan doa.
Presiden
Komunitas Sedekah Harian Abdul Aziz menjelaskan uang Rp 102.014 bukan
untuk biaya doa. Uang itu akan dikumpulkan untuk disedekahkan pada yang
berhak. Ahmad Gozali, pembina komunitas tersebut, juga berangkat umroh
atas biaya pribadi. Bukan dibiayai uang sumbangan.
"Tidak seperti itu, makanya kami ingin meminta maaf pada masyarakat karena salah pengertian ini," kata Abdul kepada merdeka.com, Kamis (2/1).
Menurut
Abdul ide ini muncul dari hasil musyawarah pengurus saat Ahmad Gozali
akan berangkat umroh. Seharusnya program ini berlangsung tanggal 31
Januari hingga 7 Januari. Namun karena menimbulkan polemik, program ini
dihentikan hari ini. Tercatat sudah 30 orang mentransfer uang untuk
program
Selama ini Komunitas Sedekah Harian mengaku punya 3.000
donatur. Kegiatan mereka menyantuni yatim piatu, pengobatan orang miskin
hingga tebar nasi bungkus.
"Kita juga punya relawan di daerah terpencil seperti Papua. Mereka juga sebagai donatur," kata Abdul.
http://www.merdeka.com/peristiwa/komunitas-sedekah-harian-bantah-jualan-doa-rp-102014.html
komentar :
Menurut saya, titip doa dengan membayar sejumlah biaya itu sama dengan komersialisasi
ibadah. Jadi kalau ibadah pakai tarif, pakai jasa, biro jasa, itu
namanya komersialisasi ibadah. Itu tidak betul. Itu namanya penyimpangan
dalam ibadah . Kalau titip doa tanpa tarif, justru dianjurkan. Dia meminta doa, tanpa
ada imbalan materi, dan yang mendoakan ikhlas. Itu yang betul, karena
doa orang yang sedang berhaji itu salah satu doa yang makbulan
(dikabulkan) oleh Allah swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar