Tugas lagiiiii….tugas lagi…. Hehehe ini tugas ke tiga
dari dosen softskill disuruh menceritakan orang yang berarti dalam hidup aku
selain orang tua. Hmm… awalnya aku bingung mau ceritain siapa, sebenernya
banyak banget orang yang berarti dalam hidup aku, tapi setelah aku pikir-pikir
yang paling spesial menurutku yaaa adekku.
Okeee…sekarang aku mau cerita sedikit tentang
adekku.
Aku punya seorang adek laki-laki namanya Dicky
Setiadi. Sekarang dia kelas 2 SMK swasta di Jakarta Timur. Ada yang cukup unik dari kita berdua yaitu
tanggal lahir aku dengan adekku sama-sama 25 November hanya beda tahun. Aku lahir
tahun 1993 sedangkan adekku tahun 1997. Umur kami jaraknya tidak terpaut jauh
hanya berbeda empat tahun. Entah aku juga gatau kenapa tanggal lahirku bisa
samaan dengan adekku. Jadi setiap tanggal 25 November aku dan adekku merayakan
hari kelahiran kami bersama hehehe
Adekku tuh orangnya jahil banget, sedangkan aku
orangnya gak suka di jahilin. Hmm….sifat kami memang bertolak belakang dan
sudah pasti kita berdua kebanyakan bertengkarnya dibanding akurnya. Yaaa dia
senang sekali sepertinya bikin aku naik darah oleh tingkahnya.Pernah suatu
hari, aku lagi kesel-keselnya sama dia. Aku udah gak bisa nahan amarahku,
saking emosinya. Aku bertengkar sama adekku lalu aku gak sengaja memukulnya. Gak
aku sangka udah sebesar itu dia masih nangis ternyata. Apa aku terlalu keras
padanya??? Apa dia yang terlalu cengeng??? aku merasa bersalah banget udah
memukul adekku,kadang aku merasa kasihan padanya setiap melihat dia menangis. Bodoh
sekali tindakanku waktu itu yang gak bisa mengendalikan emosiku.Sejak saat itu
sikap adekku berubah seolah-olah dia menghindariku, biasanya setiap aku mau
berangkat atau pulang kuliah aku di anter atau di jemput sama dia.
Dalam hati kecilku, aku sedih sikapnya berubah
padaku. Aku memarahimu bukan karena aku membencimu. Walaupun aku bersikap
dingin atau mengacuhkanmu, sejujurnya aku sangat menyanyangimu wahai adekku….Andai
engkau tau, aku gak mau kehilangan kamu. Engkau adalah satu-satunya saudara
kandung yang aku punya yang terikat jalinan darah dan satu rahim. Maafkan aku
yang belum bisa menjadi kakak yang baik untukmu dan aku belum bisa memberi contoh
yang baik untukmu.
Tapi, hari ini aku mendapatkan pelajaran yang sangat
berharga untuk belajar menjadi seorang kakak. Hmm... menjadi kakak itu, berarti
aku harus belajar berbagi. Berbagi kasih sayang orang tua, berbagi perhatian, berbagi
hal-hal kecil, hal-hal remeh. Sebagai saudara berbagi adalah hal yang paling
utama. Lalu makna berbagi bergeser menjadi mengalah. Membiarkan dia
menghabiskan pulsa modemku, mengambil pulpen baruku, berbagi dan mengalah
kadang memicu pertengkaran. Aku sadar walau bagaimanapun aku kesal, aku harus
mengalah karena dia adekku. Dia lebih kecil dariku.
Menjadi kakak, tanggung jawabku bertambah. Dia meniru
tingkah lakuku, gaya bicaraku, pola pikirku, sampai hobiku. Itu berarti seorang
kakak harus siap jadi contoh untuk dia. Harus bersikap baik, bicara baik dan
mengajari dia yang baik-baik. Semoga adekku meniru yang baik-baik saja. Meskipun
aku sadar aku bukan kakak yang baik untuknya. Aku yang selalu mudah marah, dan
mencubiti dia. Aku yang mudah emosi, maafkan kakak yaaa dek….
Adekku sekarang beranjak remaja, sedang dalam
masa-masa pemberontakan, sedang mencari jati diri. Ini masa-masa yang paling
rentan dalam fase perkembangan psikologisnya. Semoga dia tidak salah jalan,
tidak salah bergaul, tidak tersesat, tidak meninggalkan kewajiban agama.
Adekku, anak laki-laki satu-satunya dikeluargaku. Semoga
Allah selalu ada dihatinya beserta iman di dadanya. Semoga iman tidak membuat
dia salah pergaulan, tidak bersikap yang membuat malu nama keluarga. Semoga dia
tumbuh menjadi pemuda yang baik dan lurus hatinya. Semoga dia menjadi pemuda
yang cerdas dan bertanggung jawab bagi keluarganya kelak. Semoga dia selalu
diberi keselamatan, diberkahi jalan hidupnya, dan selalu dalam lindungan Allah
Subhanahu wata’ala…. Aamiin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar