Pages

Minggu, 30 Juni 2013

Belajar Menjadi Kakak


Tugas lagiiiii….tugas lagi…. Hehehe ini tugas ke tiga dari dosen softskill disuruh menceritakan orang yang berarti dalam hidup aku selain orang tua. Hmm… awalnya aku bingung mau ceritain siapa, sebenernya banyak banget orang yang berarti dalam hidup aku, tapi setelah aku pikir-pikir yang paling spesial menurutku yaaa adekku.
Okeee…sekarang aku mau cerita sedikit tentang adekku.

Aku punya seorang adek laki-laki namanya Dicky Setiadi. Sekarang dia kelas 2 SMK swasta di Jakarta Timur.  Ada yang cukup unik dari kita berdua yaitu tanggal lahir aku dengan adekku sama-sama 25 November hanya beda tahun. Aku lahir tahun 1993 sedangkan adekku tahun 1997. Umur kami jaraknya tidak terpaut jauh hanya berbeda empat tahun. Entah aku juga gatau kenapa tanggal lahirku bisa samaan dengan adekku. Jadi setiap tanggal 25 November aku dan adekku merayakan hari kelahiran kami bersama hehehe

Adekku tuh orangnya jahil banget, sedangkan aku orangnya gak suka di jahilin. Hmm….sifat kami memang bertolak belakang dan sudah pasti kita berdua kebanyakan bertengkarnya dibanding akurnya. Yaaa dia senang sekali sepertinya bikin aku naik darah oleh tingkahnya.Pernah suatu hari, aku lagi kesel-keselnya sama dia. Aku udah gak bisa nahan amarahku, saking emosinya. Aku bertengkar sama adekku lalu aku gak sengaja memukulnya. Gak aku sangka udah sebesar itu dia masih nangis ternyata. Apa aku terlalu keras padanya??? Apa dia yang terlalu cengeng??? aku merasa bersalah banget udah memukul adekku,kadang aku merasa kasihan padanya setiap melihat dia menangis. Bodoh sekali tindakanku waktu itu yang gak bisa mengendalikan emosiku.Sejak saat itu sikap adekku berubah seolah-olah dia menghindariku, biasanya setiap aku mau berangkat atau pulang kuliah aku di anter atau di jemput sama dia.

Dalam hati kecilku, aku sedih sikapnya berubah padaku. Aku memarahimu bukan karena aku membencimu. Walaupun aku bersikap dingin atau mengacuhkanmu, sejujurnya aku sangat menyanyangimu wahai adekku….Andai engkau tau, aku gak mau kehilangan kamu. Engkau adalah satu-satunya saudara kandung yang aku punya yang terikat jalinan darah dan satu rahim. Maafkan aku yang belum bisa menjadi kakak yang baik untukmu dan aku belum bisa memberi contoh yang baik untukmu.

Tapi, hari ini aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga untuk belajar menjadi seorang kakak. Hmm... menjadi kakak itu, berarti aku harus belajar berbagi. Berbagi kasih sayang orang tua, berbagi perhatian, berbagi hal-hal kecil, hal-hal remeh. Sebagai saudara berbagi adalah hal yang paling utama. Lalu makna berbagi bergeser menjadi mengalah. Membiarkan dia menghabiskan pulsa modemku, mengambil pulpen baruku, berbagi dan mengalah kadang memicu pertengkaran. Aku sadar walau bagaimanapun aku kesal, aku harus mengalah karena dia adekku. Dia lebih kecil dariku.

Menjadi kakak, tanggung jawabku bertambah. Dia meniru tingkah lakuku, gaya bicaraku, pola pikirku, sampai hobiku. Itu berarti seorang kakak harus siap jadi contoh untuk dia. Harus bersikap baik, bicara baik dan mengajari dia yang baik-baik. Semoga adekku meniru yang baik-baik saja. Meskipun aku sadar aku bukan kakak yang baik untuknya. Aku yang selalu mudah marah, dan mencubiti dia. Aku yang mudah emosi, maafkan kakak yaaa dek….

Adekku sekarang beranjak remaja, sedang dalam masa-masa pemberontakan, sedang mencari jati diri. Ini masa-masa yang paling rentan dalam fase perkembangan psikologisnya. Semoga dia tidak salah jalan, tidak salah bergaul, tidak tersesat, tidak meninggalkan kewajiban agama.
Adekku, anak laki-laki satu-satunya dikeluargaku. Semoga Allah selalu ada dihatinya beserta iman di dadanya. Semoga iman tidak membuat dia salah pergaulan, tidak bersikap yang membuat malu nama keluarga. Semoga dia tumbuh menjadi pemuda yang baik dan lurus hatinya. Semoga dia menjadi pemuda yang cerdas dan bertanggung jawab bagi keluarganya kelak. Semoga dia selalu diberi keselamatan, diberkahi jalan hidupnya, dan selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wata’ala…. Aamiin

Adek, kakak sayang adek………

 *ini foto adekku waktu masih kecil dan sepupuku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar