
Sebagaimana biasa,jika tidur Jaka (37) selalu mematikan lampu.Maka,Jaka yang biasa tidur dalam keadaan gelap,ketika bangun yang ia cari adalah lampu.Namun,ketika bangun kali ini ia tidak mampu menemukan lampu yang dimaksud.Sejauh ia meraba,sejauh itu pula ia semakin jauh melangkah.Seakan kamar tidurnya tidak berbatas dan tidak bertepi.Apalagi,keadaan gelapnya pun berbeda.Gelapnya hitam pekat.Tangannya sendiri pun tak bisa ia lihat.Aneh,sungguh aneh,pikirnya.
Jaka merasa ada yang aneh.Ada sesuatu yang tidak biasa.
Ia semakin merasa ada yang aneh ketika tidak menemukan satu sudut pun yang biasanya ia jumpai ketika ia meraba mencari lampu.Entah itu pinggiran tempat tidur,pinggiran lemari,atau sudut meja.
Hati Jaka mulai dag-dig-dug.
Jantungnya berdegup keras ketika menyadari ruangan itu seperti ruang kedap suara.Ia tidak menemukan satu pun suara seperti yang biasa ia dengar:suara istrinya yang sedang memasak,anaknya yang sedang menangis,televisi,radio,te
Jaka kemudian bersuara memanggil istrinya.Nila ... Nila ... Nila ... begitu ia memanggil istrinya.
Dari mulai perlahan hingga setengah berteriaka.ia memanggi-manggil nama istrinya.Namun,nihil.Suara
Jaka bertambah dag dig dug.
Jantung Jaka tambah berdegup keras tatkala ia sudah bersuara demikian kerasnya,tetapi tak satu pun orang diluar yang merespons.
Sementara itu,ia terus berjalan,meraba,mencari pintu kamar.
Tiba-tiba saja ruangan yang gelap itu menjadi terang benderang!
Plash!!!
Sangat terang!
Jaka bingung,"Ada dimanakah aku?" tanyanya pada dirinya sendiri.Kamar tidur yang dilihatnya ini betul-betul luas.Ia tidak melihat adanya batas ruang yang ia tempati.Kamarnya sekarang bak padang pasir yang tak berujung.
"Jangan-jangan,aku sudah mati?!" gumamnya.Sebab,dunia yang ada dihadapannya ini jauh berbeda dengan biasanya.
Seiring dengan terbersitnya kesadaran baru bahwa ia sudah mati,bulu kuduknya berdiri,lututnya bergetar.Keringat dingin yang tak berbentuk keringat serasa mengalir.Ia tidak memiliki darah lagi.Dingin.Tubuhnya dingin.Membeku.Entah bagaimana,ia ketakutan.Ia tidak siap dengan kenyataan jika saat ini ternyata ia sudah menginjak alam lain! Ia tidak siap dengan kenyataan jika saat ini ternyata ia sudah mati! Ia tidak percaya! Rasanya,ia baru saja bangun dari tidurnya.
Benar,Jaka memang sudah mati! Dimulai dengan tidak mampunya ia menemukan lampu untuk menerangi kamarnya,dan seterusnya...
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu diwaktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya.Sesungguhnya,p
Kematian,bukanlah akhir segalanya.
Kita bukan daun,yang bermula segar berseri,lalu layu,mati dan... selesai.
Kita manusia,Dimana bagi kita,kematian adalah justru awal segalanya.
Cerita cinta dibuka,beriring dengan cerita benci.
Seluruh rekaman dan potret kehidupan pun ditayangkan kembali.
Tersenyum atau menangis dialam kematian adalam pilihan ketika kita hidup didunia.
Akankah kita mengalami satu tidur,yang tidak akan pernah kita bangun kembali??
oleh Ustadz Yusuf Mansur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar