Jika ada orang yang berbuat zalim kepada kita,itu tidak berbahaya bagi kita,jika kita tidak berbuat sama sifatnya buruk terhadap mereka.atau lebih dari itu.Tapi itu bahaya bagi mereka sendiri..Dan apakah dia pantas untuk ditolong. ..Memberikan nasihat baik itu lisan dan perbuatan dengan santun,bijaksana, tulus hati bukan amarah dan emosi,sesuai dengan kadar kesalahannya sesuai dengan kemampuan kita..dan cara penyampaiannya. Dan kita tidak juga ingin menertawakan kejatuhan orang lain...tidak tahu dia dan kita dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah atau sebaliknya saat kematian tiba...Mungkin saja orang itu..hari ini dia tidak bisa menerima nasihat,esok suatu hari nanti berharap dia sadar akan kebenaran..Dan apakah orang itu sudah tahu ilmunya,pura-pura tidak tahu atau memang jahil..atau tidak disengaja..Dan ketika dia sudah baik..itu bukan atas jasamu..dari nasihatmu..tapi atas petunjuk Allah terhadap orang itu..Sesungguhnya orang yang menasihati/ mengkritik apakah itu subejktif/objektif ambil hikmahnya, bersyukur kita tahu cela kita..Dan sesungguhnya orang tertentu yang tahu celanya tidak akan pernah marah jika celanya dicela orang lain,pandailah menyikapinya. Konsekuensi sebagai makhluk sosial..akan ditemukan orang yang sifatnya baik dan buruk. ..Menemukan juga kelebihan dan kekurangan orang lain.
Ibarat si Gajah mempunyai kekuatan yang luar biasa dapat menumbangkan kayu yag besar,namun tidak dapat masuk kedalam liang galian yang kecil,sebagaimana yang dilakukan seekor tikus.Sebaliknya tikus yang kecil itu dia tidak kuat menarik kayu yang besar yang dapat dilakukan sigajah..
Begitu pula manusia.Manusia punya kelebihan dan kekurangan... Terimalah kelebihan dan kekurangannya yang bukan prinsip..Jika ada yang membenci/ menzalimi kita..tanyakan kepada diri berapa banyak diri menzalimi orang.lain.koreksi diri.Nasihat orang lain.pada perkara tertentu ibarat air manis jangan terburu-buru ditelan,air pahit jangan terburu-buru dmuntahkan..
Karena setetes kebencian tercela didalam hati akan membuahkan penderitaan. Kayakan hati...Mencintai sesuatu karena Allah,membenci sesuatu karena Allah..Profesi apapun yang halal,jabatan yang dipegang,status dan perannya sebagai apa tidak akan bermakna apabila ajaran Islam ditanggalkan. ..Menyongsong masa depan,optimis, bercermin diri,sibuk cela diri saling mengingatkan dalam kebajikan dan kesabaran, meningkatkan keimanan dan ketakwaan...Akal dan pikiran sejalan..dengan hati dan zikir..iman,ilmu. dan amal...
*(Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf serta jangan perdulikan orang-orang yang bodoh (Al A'raaf;199)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar